Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Mei 2011

Ternyata, Alam Semesta Berbentuk Terompet Malaikat Isrofil

 

“Sebelum kiamat datang, apa yang sekarang di lakukan oleh malaikat Isrofil?”  Jawabnya, “Sedang membersihkan terompetnya.” Mungkin yang ada di benak kita malaikat Isrofil itu seperti sesosok seniman yang asyik mengelap terompet kecilnya sebelum tampil diatas panggung.

Sebenarnya seperti apa sih terompetnya — atau yang biasa juga dikenal dengan sangkakala– malaikat Isrofil itu? Sekitar enam tahun silam sekelompok ilmuwan yang dipimpin oleh Prof. Frank Steiner dari Universitas Ulm, Jerman melakukan observasi terhadap alam semesta untuk menemukan bentuk sebenarnya dari alam semesta raya ini sebab prediksi yang umum selama ini mengatakan bahwa alam semesta berbentuk bulat bundar atau prediksi lain menyebutkan bentuknya datar saja. Menggunakan sebuah peralatan canggih milik NASA yang bernama “Wilkinson Microwave Anisotropy Prob” (WMAP), mereka mendapatkan sebuah kesimpulan yang sangat mencengangkan karena menurut hasil penelitian tersebut alam semesta ini ternyata berbentuk seperti terompet. Di mana pada bagian ujung belakang terompet (baca alam semesta) merupakan alam semesta yang tidak bisa diamati (unobservable), sedang bagian depan, di mana bumi dan seluruh sistem tata surya berada merupakan alam semesta yang masih mungkin untuk diamati (observable)

Di dalam kitab Tanbihul Ghofilin Jilid 1 hal. 60 ada sebuah hadits panjang yang menceritakan tentang kejadian kiamat yang pada bagian awalnya sangat menarik untuk dicermati.

Abu Hurairah ra berkata : Rasulullah saw bersabda :

“Ketika Allah telah selesai menjadikan langit dan bumi, Allah menjadikan sangkakala (terompet) dan diserahkan kepada malaikat Isrofil, kemudian ia letakkan dimulutnya sambil melihat ke Arsy menantikan bilakah ia diperintah. Saya bertanya : “Ya Rasulullah apakah sangkakala itu?” Jawab Rasulullah : “Bagaikan tanduk dari cahaya.” Saya tanya : “Bagaimana besarnya?” Jawab Rasulullah : “Sangat besar bulatannya, demi Allah yang mengutusku sebagai Nabi, besar bulatannya itu seluas langit dan bumi, dan akan ditiup hingga tiga kali. Pertama : Nafkhatul faza’ (untuk menakutkan). Kedua : Nafkhatus sa’aq (untuk mematikan). Ketiga: Nafkhatul ba’ats (untuk menghidupkan kembali atau membangkitkan).”

Dalam hadits di atas disebutkan bahwa sangkakala atau terompet malaikat Isrofil itu bentuknya seperti tanduk dan terbuat dari cahaya. Ukuran bulatannya seluas langit dan bumi. Bentuk laksana tanduk mengingatkan kita pada terompet orang – orang jaman dahulu yang terbuat dari tanduk. Kalimat seluas langit dan bumi dapat dipahami sebagai ukuran yang meliputi/mencakup seluruh wilayah langit (sebagai lambang alam tak nyata/ghoib) dan bumi (sebagai lambang alam nyata/syahadah). Atau dengan kata lain, bulatan terompet malaikat Isrofil itu melingkar membentang dari alam nyata hingga alam ghoib.

Jika keshohihan hadits di atas bisa dibuktikan dan data yang diperoleh lewat WMAP akurat dan bisa dipertanggungjawabkan maka bisa dipastikan bahwa kita ini bak rama – rama yang hidup di tengah – tengah kaldera gunung berapi paling aktif yang siap meletus kapan saja. Dan Allah telah mengabarkan kedahsyatan terompet malaikat Isrofil itu dalam surah An Naml ayat 87 :

“Dan pada hari ketika terompet di tiup, maka terkejutlah semua yang di langit dan semua yang di bumi kecuali mereka yang di kehendaki Allah. Dan mereka semua datang menghadapNya dengan merendahkan diri.”

Makhluk langit saja bisa terkejut apalagi makhluk bumi yang notabene jauh lebih lemah dan lebih kecil. Pada sambungan hadits di atas ada sedikit preview tentang seperti apa keterkejutan dan ketakutan makhluk bumi kelak.

“Pada saat tergoncangnya bumi, manusia bagaikan orang mabuk sehingga ibu yang mengandung gugur kandungannya, yang menyusui lupa pada bayinya, anak – anak jadi beruban dan setan – setan berlarian.”

Ada sebuah pertanyaan yang menggelitik, jika terompetnya saja sebesar itu, konon pula si peniupnya dan konon lagi sang penciptanya? Allahu Akbar!
Baca Yang Lebih Jelas Yuk ->

Bahasa Arab Menjadi Bahasa Kedua di Australia


SYDNEY - Bahasa Arab menjadi bahasa yang banyak dipakai oleh anak muda di Australia. hasil riset menunjukkan, satu dari delapan anak multilingual di Australia, menggunakan bahasa arab di rumahnya.

Seperti dilansir AFP, Jum'at (15/4/2011), The Australia Early Development Index melakukan penelitian terhadap 260 ribu anak sekolah pada tahun pertama sekolahnya, 18 persen dari anak-anak itu berbahasa Arab.

Bahasa Vietnam merupakan bahasa populer kedua setelah Arab yang digunakan oleh 8,4 persen, kemudian diikuti bahasa Yunani, China dan India yang kurang lebih digunakan oleh lima persen anak muda.

Inggris, Selandia Baru, India dan Amerika Serikat adalah negara atas kelahiran warga Australia, diikuti oleh Filiphina, China, Afrika Selatan, Korea Selatan dan Sri Lanka.

"Penduduk Australia merupakan salah satu populasi yang memiliki budaya dan bahasa yang beragam di dunia dan hal ini dapat dibuktikan dari hasil survei AEDI," ujar seorang peneliti.

Anak-anak suku Aborigin berjumlah 4,8 persen dari populasi siswa dan hanya seperlima dari mereka yang berbicara bahasa asli di rumah. Kebanyakan bahasa pribumi digabungkan dengan bahasa Inggris.

Hasil studi mengungkapkan, kurang dari 100 anak yang menggunakan bahasa pribumi.
Baca Yang Lebih Jelas Yuk ->

Selasa, 19 April 2011

Ada Yang Mengaku Imam Mahdi di Masjidil Haraam


MAKKAH (Arrahmah.com) - Sebuah kejadian lucu terjadi di Masjidil Haram, Makkah al-Mukarramah Kemarin (12/4/2011) saat sholat Ashar berjamaah dilaksanakan. Tak lama berselang setelah sang imam masjid, Syeikh Abdullah Awwad al-Juhany bertakbir memimpin sholat Ashar di Masjidil Haram, jamaah shalat dikagetkan dengan ulah seorang pria tak dikenal yang merampas microphone dan berteriak, “ana al-mahdi… al-muntazhar” (aku adalah al-Mahdi yang ditunggu-tunggu).

Spontan saat itu para askar (polisi Masjidil Haram) mengamankan situasi yang sempat menegang dan menertibkan suasana.

Berdasarkan kesaksian koresponden kami di sana, Ahmad Isrofiel Mardlotillah, pria tak berjanggut, berkemeja kotak-kotak lengan pendek berwarna krem, ditutup mulutnya dengan baret polisi dan dibawa menjauh dari Ka'bah melewati samping kiri Hijr Ismail melewati Bab Umrah.

Pria Arab tak dikenal ini kemungkinan besar adalah pengikut Syiah, mengingat dari teriakkannya yang mengaku sebagai “al-mahdi al-muntazhar”. Sebagaimana yang diyakini oleh sekte Syiah Itsna ‘Asyariyah bahwa julukan imam ke-12 mereka adalah “Al-Mahdi Al-Muntazhar”.

Inilah pertanda akhir zaman, kejadian-kejadian aneh kerap berlaku, dan menunjukkan Syiah mencoba untuk mendominasi dunia dengan kekufuran dan pemahaman sekte sesat lagi menyesatkan.
Baca Yang Lebih Jelas Yuk ->